Tag Archives: ubuntu

Vagrant Mencapai Rilis Stabil 1.0

Dua tahun setelah rilis pertamanya, Proyek Vagrant telah mengumumkan versi stabil pertama tool pembuatan lingkungan pengembangan open source. Vagrant 1.0 memungkinkan pengembang dapat membuat virtual machine untuk testing dan pengembangan menggunakan Oracle VirtualBox dan sebuah file konfigurasi tunggal.

Vagrant didesain untuk dapat dijalankan dari command line dan dapat mengkonfigurasi virtual machine dengan penambahan guest di VirtualBox untuk shared folders dan dukungan port-forwarding, otentikasi SSH dengan key, Ruby, RubyGems, Chef dan Puppet. Chef dan Puppet ditambahkan untuk membuat provisioning piranti lunak di virtual machine lebih mudah. Virual machine dikonfigurasi menggunakan sebuah file Vagrantfile tunggal yang membuat konfigurasi ini dapat dikirimkan dengan mudah ke pengembang atau pengguna lain sehingga mereka bisa melakukan replikasi konfigurasi cukup dengan satu perintah.

Versi baru ini memiliki installer yang mendukung Windows 7, Mac OS X 10.5+ dan beberapa distribusi Linux termasuk Ubuntu, Debian, Red Hat Enterprise Linux, CentOS, dan Fedora. Rilis stabil pertama ini juga mengenalkan kompatibilitas balik file Vagrantfile. Menurut situs web proyek ini, Vagrant saat ini digunakan oleh Rackspace, OpenStack, Mozilla, Nokia dan banyak perusahaan dan organisasi lainnya.

Detail lebih lanjut mengenai Vagrant dapat anda baca di situs web proyek. Anda dapat mengunduh kode sumber yang ada yang dilepas dibawah Lisensi MIT

Via : h-online open

Popularity: 2% [?]

Canonical Mengumumkan Ubuntu Business Desktop Remix

Canonical has mengumumkan peluncuran remix baru distribusi Ubuntu Linux yang ditujukan bagi korporasi dan institusi pemerintahakn. Dalam posting diblognya, Pendiri dan mantan CEO Canonical, Mark Shuttleworth, menjelaskan bahwa Ubuntu Business Desktop Remix hanya menambahkan perubahan yang ada di paket standard default dan semuanya tersedia dari software center..

Rilis Business Desktop Remix pertama ini dikembagkan dari Ubuntu 11.10 “Oneiric Ocelot”. Aplikasi yang lebih banyak digunakan pengguna rumahan seperti games dan tool jejaring sosial dihilangkan sementara piranti lunak untuk lingkungan enterprise ditambahkan. Aplikasi yang ditambahkan termasuk VMware View, plug-in Adobe Flash Player dan JRE OpenJDK 6. Shuttleworth menambahkan “Tidak ada saus khusus untuk pelanggan” seperti RHEL.

Shuttleworth menambahkan dalam komentar diposting yang sama dia menjelaskan bahwa bukan meremehkan Red Hat tetapi hanya mengkonfirmasikan bahwa Canonical tidak memecah Ubuntu menjadi model Fedora/RHEL dimana fedora gratis tanpa dukungan sementara RHEL berbayar tetapi dengan dukungan dari Red Hat.

Pengumuman ini dilakukan sepekan setelah Canonical mengumumkan akan menghentikan dukungan komersial untuk Kubuntu setelah versi 12.04. Ubunu 12.04 sendiri akan menjadi versi Long Term Support(LTS) baik untuk deskop maupun server termasuk dukungan selama lima tahun.

Ubuntu Business Desktop Remix dapat anda unduh dari halaman bisnis Canonical; anda harus melakukan registrasi karena beberapa aplikasi seperi VMware View dilepas dibawah lisensi proprietari dan pengguna harus menyetujui perjanjian sesuai end-user licence agreement (EULA). Untuk instalasi enterprise skala besar, Canonical menyaraknakn menggunakan tool manajemen Landscape yang fungsinya sama dengan Red Hat Satellite milik Red hat.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]

Download ArtistX 1.2

ArtistXMarco Ghirlanda mengumumkan rilis ArtistX 1.2, distribusi berbasis Ubuntu yang didesain untuk musisi dan artis lainnya dan menyertakan kumpulan aplikasi multimedia. Rilis ini dikembangkan dari Ubuntu 11.10 Live DVD dan membuat komputer biasa menjadi studio produksi multimedia lengkap. ArtistX dibuat dengan Relinux, penerus Remastersys untuk pembuatan live DVD dan menyertakan kernel Linux 3.0.0-15, GNOME 3, dan KDE 4.7 dan tentunya 2.500 paket piranti lunak multimedia bebas terbuka, hampir semuanya yang ada untuk sistem operasi GNU/Linux diorganisir di menu GNOME. Rilis ini juga menyertakan update terbaru, dan installer Ubiquity. Password untuk sudo dan instalasi kosong, cukup tekan enterAnda dapat mengunjungi home page proyek untuk pengumuman rilis lengkap.

Unduh:

Popularity: 2% [?]

Rilis ExTiX 9

Arne Exton mengumumkan rilis ExTiX 9, distribusi desktop berbasis Ubuntu yang didesain untuk komputer 64-but dengan GNOME Shel dan Razor-qt sebagai lingkungan desktop yang dibawa plus kernel Linux stabil terbaru:

ExTiXExTiX 9 x64 is a remastered build of Ubuntu 11.10. The original system includes the Unity desktop with GNOME 3.2. In ExTiX 9, I have installed GNOME Shell and Razor-qt so that everyone can compare the two desktop environments. I have replaced the original kernel 3.0.0-14-generic with ‘my’ kernel 3.1.6-extix. Why? Support for many different kinds of hardware has been added in the latest stable kernel. So if you have acquired new hardware which is not supported in Ubuntu 11.10 and/or Linux systems based on Ubuntu 11.10 it might be worth testing ExTiX 9. There is, among other things, support for brand-new USB devices, like printers and cameras.

Anda dapat mengunjungi home page proyek untuk membaca pengumuman rilis.

Unduh:

Popularity: 2% [?]

Instalasi Android di Ubuntu

Android sudah mulai menampakkan taringnya di ranah pasar smartphone. Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2008, sampai akhir tahun 2010, pangsa pasar yang dikuasai oleh operating system ini dalah sebesar 44%. Selain rilis dalam bentuk operating system, Android juga mempunyai Software Development Kit yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk android . Berikut ini adalah tutorial bagi anda yang ingin menguji android di sistem operasi Ubuntu.

  1. Download SDK Android untuk Linux di alamat www.developer.android.com.
  2. Install program yang dibutuhkan lewat Synaptic.
  3. Klik System | Administration | Synaptic Package Manager
  4. Cari paket dengan nama openjdk-6-jre, kemudian double klik.
  5. Klik tombol Apply untuk menginstall paket tersebut.
  6. Ekstrak SDK Android yang sudah anda download.
  7. Masuk ke folder yang sudah di ekstrak tadi, kemudian masuk ke folder tools. Jalankan file android dengan cara mendoubleklik. Akan muncul window baru, kemudian klik tombol Run.
  8. Akan keluar window Android SDK dan AVD Manager.
  9. Klik tab Setting dan isi checklist pilihan “Force https://….”kemudian klik Save & Apply.
  10. Kemudian silahkan pindah ke tab Installed Packages, klik tombol Update All. Window update akan muncul. Klik Install Accepted.
  11. Tunggu sementara paket-paket yang dibutuhkan akan didownload dan diinstall.
  12. Sekarang saatnya membuat virtual devices. Pindah ke tab Virtual Dervices dan klik tombol New.

    • Masukkan nama devices;
    • Pilih versi Android yang anda inginkan;
    • Tentukan ukuran SD Card;
    • Tambahkan hardware yang ingin anda tambahkan;
    • Setelah diisi semua, kemudian klik Create AVD.
  13. Setelah beberapa detik, kemudian akan muncul Android anda.
  14. Agar mudah mengakses Android tersebut, kita bisa membuat launcher di desktop.
    • Klik kanan desktop kemudian pilih Create Launcher
    • Isi nama dengan Android, kemudian di kolom command isi dengan:
      /home/$usernameAnda/android-sdk-linux_x86/tools/emulator @fortmunir

Popularity: 14% [?]