Download wattOS R5

wattOS Ron Ropp mengumumkan rilis wattOS R5,distribusi ringan berbasis Ubuntu yang menyajikan antarmuka pengguna yang bersih dan sederhakan dalam bentuk desktop LXDE yang sudah dikustomisasi. Menggunakan Ubuntu 11.10 sebagai basis pengembangan dan sudah menambahkan update terbaru dari repositori, wattOS R5 hadir dengan kernel Linux 3.0, pemutar musik diubah menjadi Audacious dengan plugin untuk melakukan pencarian stream musik, pemutar video diubah menjadi SMPLayer, menghapus klien email native. Pinta, aplikasi editing grafik juga telah ditambah.

Utiliti manajemen daya juga ditambahkan ke dalam distro ini. Chromium digantikan oleh Midori dengan dukungan Flash. Dukungan webcam lebih baik dengan Cheese. Perbaikan dan tweak kecil lain juga telah dilakukan termasuk ACPI, powertop, psensor. wicd juga telah digantikan oleh NetworkManager untuk manajemen koneksi jaringan beserta dengan notifikasi. Anda dapat membaca pengumuman rilis untuk informasi tambahan mengenai rilis ini.

Unduh image live CD dari:

Popularity: 4% [?]

Rilis Beta Pertama GNOME 3.4

Proyek GNOME merilis beta pertama GNOME 3.4, yang secara resmi diberi label 3.3.90 beta. Ini menandai pengembangan lingkungan desktop bergerak menuju tahap final dimana tidak ada perubahan mayor sejak saat ini, salah satu sebabnya adalah feature freeze yang sudah dijalankan pekan lalu.

Beta pertama ini mengimplementasian banyak perbaikan komponen inti dan aplikasi yang membuat desktop GNOME. Sebagai contoh, versi update Networkmanager menyertakan dukungan mendasar VLAN dan port bonding port jaringan. GNOME Shell dan screensaver sekarang menggunakan systemd untuk mendapatkan informasi mengenai pengguna aktif didalam sistem dan device input mereka tidak seperti sekarang yang menggunakan ConsoleKit.

Fungsi redo yang sebelumnya di kembangkan di Nautilus dan piranti lunak remote dekstop dan virtualisasi baru GNOME Boxes juga menjadi bagian dari rilis beta ini. Menurut jadwal, GNOME 3.4 direncanakan di rilis pada tanggal 28 Maret, sebelumnya satu beta lagi dan sebuah kandidat rilis akan muncul.

Via : h-online open

Popularity: 2% [?]

Service Release Kedua Untuk Eclipse Indigo

Eclipse Foundation telah mempublikasikan service release (SR2) kedua IDE versi 3.7. Service release biasanya tidak menyertakan fitur-fitur baru tetapi hanya fokus pada mengatasi masalah yang ditemukan di versi sebelumnya. Versi 3.7.2, Eclipse Indigo memperbaiki 89 bug. Ini termasuk koreksi untuk 13 kegagalan di tes JavaModel di Mac OS X, sebuah regresi di preference, dan beberapa bug penyebab crash. Proyek lainnya yang menjadi bagian dari kereta Eclipse Indigo juga mendapatkan update seperti Web Tools Platform (WTP) 3.3.2 yang memperbaiki lebih dari 100 masalah

Rilis mayor platform Eclipse biasanya hadir pada bulan Juni setiap tahunnya dan biasanya hanya ada dua service release untuk tiap versi Eclipse, yang pertama pada bulan September dan yang kedua bulan Februari tahun berikutnya. Pada waktu yang sama pengembang mengerjakan versi selanjutnya lingkungan pengembangan baru yang diberi code name Eclipse Juno; rilis pengembangan terkini adalah Eclipse Juno 4.2 Milestone 5 (M5).

Informasi lebih lanjut mengenai release service kedua ini termasuk masalah yang sudah diketahui dapat ditemukan di catatan rilis 3.7.2. Eclipse Indigo dapat anda unduh dari situs web proyek dan dilepas dibawah lisensi Eclipse Public License.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]

ASLR Wajib Untuk Ekstensi Firefox Binari

Sebuah patch yang baru saja dimasukkan ke repositori Firefox didesain untuk membuat peramban web open source ini lebih aman dengan memaksakan ekstensi binari tertentu untuk menggunakan ASLR (Address Space Layout Randomisation) di Windows. Pengembang Mozilla developers menjelaskan bahwa perubahan ini akan mencegah komponen DLL XPCOM (Cross Platform Component Object Module) tanpa ASLR untuk diload. Jika tidak ada masalah berarti, fitur ini akan dimasukkan ke Firefox 13

Ini akan berdampak ke produk dari perusahaan anti virus seperti Symantec dan McAfee. Tahun lalu, produk ini diketahui melakukan instalasi DLLs (Dynamic Link Libraries) yang dikompilasi tanpa ASLR diperamban web. Ini memudahkan malware untuk memprediksi alamat memori yang digunakan untuk area heap dan stack oleh DLL. ASLR didesain untuk mengacak seluruh alamat memori sehingga komponen program yang dipertanyakan akan ditempatkan di lokasi berbeda tiap kali mereka dijalankan.

Kyle Huey, penulis patch ini memberi catatan bahwa, karena ASLR dinyalakan secara default di versi moderm Visual Studio, patch ini tidak memiliki kelemahan untuk pengembang ekstensi binari dan mereka hanya butuh memastikan bahwa mereka tidak mematikannya. Berkomentar di Bugzilla, Huey menyatakan bahwa mengimplementasikan patch tersebut untuk seluruh DLL shared terlalu sulit. Hanya pustaka yang menggunakan framework XPCOM milik mozilla yang terkena dampak perubahan ini.

Via : h-online open

Popularity: 2% [?]

Flash di Linux Hanya Akan Ada di Chrome

Adobe mengumumkan bahwa di masa depan Flash Player untuk Linux hanya akan tersedia lewat Google sebagai bagian dari peramban web Google Chrome dan tidak bisa diunduh sebagai download terpisah. Plugin yang disertakan ini juga hanya akan mendukung API plugin Chrome. Perubahan ini akan diberlakukan setelah rilis Flash Player 11.2 akhir tahun ini.

Dalam sebuah posting blog, Adobe menyatakan bahwa mereka sudah bekerja sama dengan Google mengembangkan pengganti API Plug-in Netscape yang saat ini digunakan oleh Flash Player yang diberi nama PPAPI atau Pepper. Pepper didesain untuk menjadi API modern tunggal untuk plugin didalam peramban web dengan sebuah lapisan abstraksi yang efekting menyembunyikan berbagai tipe peramban web dan API.

Adobe bekerja sama dengan Google menggarap API ini karena Flash Player merupakan salah satu plug-ins kompleks yang tersedia dan kerjasama ini membuat Google menyediakan Flash Player berbasis API Pepper didalam Google Chrome baik untuk platform 32-bit maupun 64-bit termasuk Linux. Google sudah mengembed Flash Player buatannya sendiri di peramban web Chrome dan bekerja sama dengan Adobe untuk memastikan mereka mendapat update keamanan untuk Flash di Chrome pada saat yang sama.

Adobe juga mengumumkan bahwa setelah rilis Flash Player 11.2, plug-in peramban web Flash Player untuk Linux hanya akan tersedia lewat API Pepper dan hanya akan didistribusikan sebagai bagian dari Google Chrome. Tidak akan ada lagi unduhan langsung Flash Player untuk Linux, tetapi update keamanan untuk versi non-Pepper Flash Player 11.2 untuk Linux akan terus ada sampai lima tahun setelah rilis. Platform non-Pepper di platform lainnya akan terus didukung oleh Adobe.

Mozilla sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak berminat untuk menggarap Pepper saat ini, sehingga rilis Flash Player 11.2 akan menjadi rilis terakhir Flash untuk Firefox di Linux.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]