Untuk menghapus sebuah direktori anda bisa menggunakan perintah rmdir, tetapi bagaimana jika direktori itu tidak kosong. Misalkan :
[sumodirjo@clarisa ~]$ mkdir musik
[sumodirjo@clarisa ~]$ rmdir musik
tentu akan berjalan dengan sukses, tetapi jika
[sumodirjo@clarisa ~]$ mkdir musik
[sumodirjo@clarisa ~]$ touch musik/filetest
Ketika kita ingin menghapus direktori tersebut dengan perintah rmdir, akan muncul error
[sumodirjo@clarisa ~]$ rmdir musik
rmdir: musik/: Directory not empty
Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa mengosongkan direktori tersebut baru menjalankan rmdir atau kita bisa menggunakan perintah rm dengan opsi -rf.
[sumodirjo@clarisa ~]$ rm -rf musik
Tidak akan muncul error. opsi -r memberikan perintah rekursif terhadap rm sehingga direktori musik dan seluruh isinya akan dihapus, sedangkan opsi -f membuat rm tidak akan memunculkan konfirmasi penghapusan dan langsung melakukan penghapusan direktori musik berserta isinya baik berupa file maupun direktori lain.
Popularity: unranked [?]
Untuk melihat alamat DNS Server yang digunakan sebuah komputer anda bisa melihat isi file /etc/resolv.conf
[admin@storage ~]$ cat /etc/resolv.conf
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4
Format file /etc/resolv.conf adalah nameserver diikuti IP server DNS yang akan anda gunakan.
Popularity: unranked [?]
MAC Address atau Media Access Control Address, merupakan alamat sebuah hardware bersifat unik untuk tiap hardware. MAC Address merupakan alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam model OSI. MAC Address memiliki nama lain Ethernet Address, Physical Address atau Hardware Address. Untuk mengetahui Alamat MAC Address sebuah Network Interface Card (NIC) atau LAN Card pada komputer Linux, anda bisa menggunakan perintah ifconfig
[sumodirjo@storage ~]$ ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:26:18:41:1C:14
inet addr:192.168.19.1 Bcast:192.168.19.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::226:18ff:fe41:1c14/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:132359545 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:116155333 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:995370139 (949.2 MiB) TX bytes:909399988 (867.2 MiB)
Interrupt:233
Pada output diatas HWaddr merupakan MAC Address untuk LAN Card ini
Kalau terdapat banyak Ethernet card dan anda hanya ingin menampilkan baris yang memiliki info MAC Address anda bisa menggabungkan ifconfig dengan grep
[sumodirjo@storage ~]$ ifconfig | grep HWaddr
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:26:18:41:1C:14
eth0:1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:26:18:41:1C:14
eth2 Link encap:Ethernet HWaddr 00:10:4B:C5:83:D7
Selain itu, sebagai root anda bisa melihat info ini dari dmesg
[root@storage ~]# dmesg | grep eth
eth0: RTL8168c/8111c at 0xf8920000, 00:26:18:41:1c:14, XID 3c4000c0 IRQ 233
eth2: Macronix 98715 PMAC rev 37 at f895a800, 00:10:B5:11:A5:7A, IRQ 169.
Jika anda menggunakan FreeBSD, dengan perintah ifconfig anda bisa mencari kolom ether yang berisi info MAC Address mesin tersebut.
Popularity: unranked [?]
Salah satu langkah yang harus dilakukan untuk mengamankan sebuah mesin (server) adalah dengan membatasi login root hanya dari console system yaitu jika kita login langsung didepan komputer tersebut. Untuk membatasi agar root tidak dapat login via ssh, kita harus mengedit konfigurasi SSH server.
1. Login sebagai user biasa kemudian gunakan perintah su untuk beralih ke user root
2. Edit file /etc/ssh/sshd_config
3. Ubah baris
PermitRootLogin yes
PermitRootLogin no
4. Simpan file tersebut untuk menyimpan perubahan yang baru saja dilakukan
5. Restart SSH Server
# /etc/init.d/sshd restart
Popularity: unranked [?]
Selain dengan menggunakan perintah w, anda juga bisa menggunakan perintah who untuk mengetahui siapa saja yang sedang login. Sebagai contoh:
[sumodirjo@storage ~]$ who
sumodirjo pts/8 2010-04-19 11:35 (192.168.1.100)
panji pts/9 2010-04-19 10:35 (192.168.1.12)
output perintah diatas memberikan informasi user, pseudo terminal yang digunakan user, waktu login user, dan lokasi login user (jika user login dari komputer lain, maka IP komputer tersebut yang akan dimunculkan).
Untuk melakukan filtering terhadap user tertentu, anda bisa mengkombinasikan who dengan grep.
[sumodirjo@storage ~]$ who | grep sumodirjo
sumodirjo pts/8 2010-04-19 11:35 (192.168.1.100)
Jika jumlah user sangat banyak dan tidak dapat dimunculkan sekaligus dalam satu halaman maka anda bisa mem-pipe output who ke less atau more
$ who | less
$ who | more
Selamat Mencoba!
Popularity: unranked [?]
Jika kita adalah user non-root tentu kita tidak bisa melakukan perubahan langsung ke file /etc/passwd untuk merubah default shell yang kita miliki. Untuk mengubah shell default kita bisa menggunakan perintahchsh. Anda bisa melihat shell default dan Melihat shell yang tersedia didalam komputer anda sebelum merubah shell default anda. Sintaks perintah chsh sebagai berikut:
chsh -s
Nama shell berisi nama shell baru yang akan anda gunakan dan berupa absolute path. sebagai contoh jika shell default anda adalah bash (/bin/bash) dan anda ingin mengubah menjadi csh (/bin/csh), maka perintah yang harus anda gunakan :
[sumodirjo@clarisa ~]$ chsh -s /bin/csh
Changing shell for sumodirjo.
Password:
Shell changed.
Ketika mengubah shell dengan perintah chsh anda akan dimintai password. isikan dengan password user anda dan bukan password root (kalau anda memiliki akses root). untuk melihat perubahan kita bisa melihat isi /etc/passwd
[sumodirjo@clarisa ~]$ grep sumodirjo /etc/passwd
sumodirjo:x:500:500:sumodirjo:/home/sumodirjo:/bin/csh
Jika anda menjalankan chsh dari root, anda bisa menambahkan parameter username sebagai masukan terhadap chsh untuk mengubah shell user tertentu didalam sistem anda.
ketika anda menjalankan chsh tanpa opsi, maka chsh akan berjalan di mode interaktif, sebagai contoh
[sumodirjo@clarisa ~]$ chsh
Changing shell for sumodirjo.
Password:
New shell [/bin/csh]: /bin/bash
Shell changed.
Selamat mencoba!
Popularity: unranked [?]
Untuk melihat daftar shell yang ada didalam sistem yang kita miliki, kita bisa melihat isi file /etc/shells.
[sumodirjo@clarisa ~]$ cat /etc/shells
/bin/sh
/bin/bash
/sbin/nologin
/bin/tcsh
/bin/csh
/bin/ksh
atau dengan menggunakan perintah chsh dengan opsi -l
[sumodirjo@clarisa ~]$ chsh -l
/bin/sh
/bin/bash
/sbin/nologin
/bin/tcsh
/bin/csh
/bin/ksh
Popularity: unranked [?]
Default shell untuk tiap user disimpan pada kolom terakhir file /etc/passwd. Sebagai contoh :
[sumodirjo@clarisa ~]$ grep sumodirjo /etc/passwd
sumodirjo:x:500:500:sumodirjo:/home/sumodirjo:/bin/bash
Pada contoh diatas shell default untuk user sumodirjo adalah /bin/bash. Kalau anda memilki akses root tentu anda bisa melakukan editing langsung terhadap file ini dan merubah kolom akhir untuk user yang akan diubah shell defaultnya. User non-root hanya bisa melihat isi file /etc/password tetapi tidak bisa menulis di file tersebut.
Selain dengan melihat isi file /etc/passwd anda bisa melihat default shell dengan melihat isi variabel $SHELL.
[sumodirjo@clarisa ~]$ echo $SHELL
/bin/bash
Popularity: unranked [?]
Jika anda menjadi administrator sistem atau sysadmin sebuah komputer Linux, dimana beberapa banyak user bisa login secara bersamaan, mungkin anda penasaran bagaimana kita bisa mengetahui siapa saya yang sedang login dan apa yang sedang dilakukan oleh user anda bisa menggunakan perintah w.
[sumodirjo@kiara ~]# w
11:18:03 up 3 days, 23:31, 1 user, load average: 1.22, 1.20, 1.05
USER TTY FROM LOGIN@ IDLE JCPU PCPU WHAT
sumodirjo pts/1 gw.kurungsiku 11:05 0.00s 0.01s 0.00s w
Dari info diatas kita bisa melihat ada 1 user dengan :
- username sumodirjo
- login dari pseudo terminal pts/1
- dari gw.kurungsiku
- login pada pukul 11.05
- idel selama 0.05s
- JCPU 0.01s, merupakan jumlah waktu yang digunakan oleh seluruh proses yang berhubungan dengan tty yang digunakan user tersebut, tetapi tidak termasuk jobs background sebelumnya dan hanya memasukkan jobs background yang saat ini sedang berjalan
- PCPU0.00s waktu yang digunakan oleh proses saat ini yang tertulis di kolom WHAT
- Perintah yang sedang / terakhir dijalankan w
Popularity: unranked [?]
Kalau anda ingin mengetahui berapa lama sebuah komputer dengan sistem operasi Linux telah menyala, anda bisa membaca file /proc/uptime atau untuk mudahnya anda bisa menggunakan perintah uptime. sebagai contoh
$ uptime
11:05:23 up 3 days, 23:18, 1 user, load average: 1.01, 1.11, 1.01
Output dari perintah uptime diatas memberikan kita info berikut
- Waktu saat ini (11:05:23)
- Berapa lama sistem telah menyala (3 days, 23:18)
- Jumlah user login saat ini (1 user)
- Rata-Rata load sistem (Load Averages) untuk 1, 5 dan 15 menit terakhir
Semoga bermanfaat!
Popularity: unranked [?]