Archive for 'distro'

Fedora Remix Untuk Raspberry Pi Dirilis

Raspberry Pi Foundation mengumumkan rilis Fedora Remix yang didesain untuk komputer murah berbasis Linux buatan mereka. Versi Fedora ini merupakan sistem operasi yang direkomendasikan untuk Raspberry Pi.

Fedora 14 yang sudah dimodifikasi ini mengambil paket dari proyek Fedora ARM tetapi menyertakan paket tambahan yang tidak bisa dipaketkan di versi resmi Fedora karena proprietari. Prosesor grafik VideoCore di Raspberry Pi membutuhkan driver yang tidak sesuai dengan panduan lisensi Fedora.

Fedora Remix untuk Raspberry Pi ini tersedia dalam bentuk image SD Card dan hadir baik dengan desktop LXDE dan Xfce dan juga berbagai tool sistem dan bahasa pemrograman. Lebih dari 16.000 paket tersedia untuk di install dari repositori Fedora ARM. Image dapat diunduh dari situs web Raspberry Pi.

Meskipun versi remix saat ini berbasis Fedora 14, Raspberry Pi Foundation berharap bisa merilis versi berbasis Fedora 17 bersamaan dengan peluncuran versi desktop Fedora 17. Group Fedora ARM sedang mengusahakan untuk mendapatkan status arsitektur utama didalam Fedora dengan target pada saat peluncuran Fedora 18. Ini berarti paket-paket ARM akan dibangun dengan prioritas yang sama dan jadwal yang sama dengan versi PC. Informasi lebih lanjut mengenai Raspberry Pi Fedora Remix dapat anda baca di sebuah wiki yang dikelola oleh Seneca College dari Kanada yang bekerja sama dengan Raspberry Pi Foundation dalam proses pengembangan Remix ini.

Via : h-online open

Popularity: 5% [?]

Anti-Virus Untuk Android Kadang Tidak Reliable

Sumber : av-test

Hanya 7 produk yang mencapai tingkat deteksi lebih dari atau sama dengan 95% dan 24 lainnya memiliki tingkat deteksi dibawah 65% oleh tes yang dilakukan AV-Test yang menunjukkan bahwa piranti lunak anti-virus untuk Android masih jauh reliabilitasnya dibandingkan dengan piranti lunak antivirus desktop.

Sejalan dengan banyaknya apps anti-virus, semakin banyak juga malware di smartphone Android. Spektrum malware mulai trojan bandking online, dialler tarif premium hingga spyware. AV-test melakukan test tingkat deteksi 41 aplikasi antivirus untuk smartphone android menggunakan malware sejumlah 618 item.

Program dari perusahaan piranti lunak antivirus seperti Avast, Dr. Web, F-Secure, Ikarus dan Kaspersky mendeteksi lebih dari 95% sample malware, spesialis platform mobile Lookout dan Zoner juga memperoleh skor yang sama. 10 produk yang menduduki ranking selanjutnya yang mendeteksi lebih dari 65% sample. Menariknya BullGuard, Commodo, G Data, McAfee yang memiliki nama di pasar desktop merupakan beberapa produk yang mendeteksi kurang dari dua pertiga malware yang dites. tes ini gagal mendeteksi fungsionalitas enam produk termasuk Android Antivirus dan Android Defender.

618 varian malware yang digunakan ini merupakan derivasi dari 20 keluarga malware termasuk Rooter, Opfake, FakeInst. Cukup beralasan kalau diasumsikan bahwa 12.000 sample malware yang digunakan AV-test juga diturunkan dari keluarga malware yang sama.

Piranti lunak antivirus yang dites mendeteksi malware dengan bantuan signature sehingga malware yang sebelumnya tidak dikenal tidak dapat terdeteksi. Google memang sudah menggunakan teknik heuristik untuk melakukan scanning malware di Android Market, tetapi belakangan ada malware yang melakukan unduhan payload jahat setelah instalasi sehingga tidak terdeteksi ketika ada di Android Market. Selain itu, berbeda dengan iOS, apps yang ada di android tidak ditandatangani secara digital sehingga memperbesar celah yang mungkin diekslpoitasi.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]

Rilis Pengembangan ClearOS 6.2 Beta 3 “Community”

ClearOS Peter Baldwin mengumumkan ketersediaan rilis beta ketiga ClearOS 6.2 edisi “Community” yang sebelumnya dikenal sebagai edisi “Enterprise”. ClearOS merupakan sistem operasi berbasis CentOS yang didesain untuk digunakan sebagai server. Selain penghilangan bug dan perbaikan seperti biasa, beta 3 ini menyertakan aplikasi baru yaitu : Content filter, Flexshare, Samba, Remote Server Backup, Print Server, Password policies dan Network Visualizer. Aplikasi baru di edisi profesional termasuk sinkronisasi Google Apps, Connector dan manajemen terpusat Active Directory. Ini merupakan beta terakhir karena sudah mendekati rilis final. Sekarang ClearOS edisi enterpsie ditiadakan karena membingungkan dan diganti dengan edisi Community dan Professional. Detail lebih lanjut mengenai rilis ini dapat anda baca di pengumuman rilis.

Tautan Unduhan:

Popularity: 6% [?]

Rilis MINIX 3.2.0

MINIX Thomas Veerman mengumumkan rilis MINIX 3.2.0, sistem operasi bebas dan open source yang menggunakan arsitektur microkernel. Saat ini semakin mendekati NetBSD dengan pkgsrc, Kompiler BSD (Clang/LLVM), dan pustaka C NetBSD. Akan lebih mudah melakukan port piranti lunak ke MINIX 3. Perubahan lain termasuk menggunakan ELF sebagai format file executable, sebuah VFS asinkron, file system /proc, FUSE. Selain itu juga ditambahkan dukungan SMP meskipun masih berstatus eksperimental. File password NetBSD, bootloader NetBSD dan image boot juga lebih kecil (dengan gzip) juga ada dirilis baru ini. Detail lebih lanjut dapat anda baca di halaman rilis di wiki MINIX untuk daftar lengkap perubahan dan fitur baru.

Unduh (MD5):

Popularity: 2% [?]

Google Menaikkan Ukuran Maksimal Aplikasi Android Menjadi 4GB

Google Developer Advocate Tim Bray mengumumkan di blog Android-developers bahwa batasan maksimum ukuran aplikasi yang dihadirkan lewat Android Market akan dinaikkan menjadi 4 GB. Sampai saat ini, ukuran aplikasi Android hanya terbatas sebesar 50MB. Meskipun ini cukup bagi sebagian besar aplikasi di Market, beberapa aplikasi terutama games harus membuka dialog unduhan yang berbeda ketika menjalankan program pertama kali untuk mengambil asset yang tidak disertakan di paket aplikasi utama dengan batas ukuran 50MB tersebut. Dengan kebijakan baru ini, Google memberikan pengembang aplikasi space yang jauh lebih besar untuk berkarya.

Ukuran file APK aplikasi sendiri masih dibatasi sebesar 50MB, tetapi pengembang memiliki opsi untuk menyertakan dua file ekspansi sebesar 2GB. Google menyarankan salah satu file ini digunakan untuk unduhan awal asset dan hanya diubah ketika dibutuhkan, sementara yang kedua dengan ukuran yang lebih kecil digunakan untuk patches dan update konten didalam aplikasi. File kedua akan diberi nomor vers dan diunduh ulang setiap kali update. Seluruh file ini akan dihost di Android Market dan Google menyediakan bandwidth untuk keseluruhan unduhan, dimana sebelumnya pengembang harus menghost assets mereka sendiri.

Salah satu keuntungan perubahan ini bagi penguguna Android adalah mereka sekarang dapat melihat ukuran unduhan lengkap secara langsung di Market sebelum mengunduh app yang ada. Google juga menyatakan bahwa periode refund 15 menit hanya akan berjalan ketika seluruh unduhan selesai. Sebelumnya sangat mudah melampaui periode trial ketika mengunduh sumberdaya untuk beberapa aplikasi dengan ukuran besar sehingga pengguna tidak bisa melakukan tes dengan baik dan membuat pengguna tidak memiliki opsi untuk refund.

Google menyediakan kode dan pustaka contoh untuk pengembang yang ingin menggunakan sistem baru ini untuk aplikasi mereka. Sumber daya ini tersedia di Android SDK Manager. Informasi lebih lanjut mengenai proses baru ini dapat ditemukan di halaman dokumentasi untuk sistem file ekspansi APK baru.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]