Archive for 'Aplikasi'

Kdenlive Mencapai Target Pendanaan

Proyek Kdenlive telah mengumpulkan pendanaan sebesar $4000 lewat situs crowdfunding Indiegogo kurang dari sepekan. Untuk menyelesaikan penulisan ulang kode sumber program yang dimulai tahun 2011, proyek ini memulai kampanye crowd-funding untuk merekrut pengembang penuh waktu. Kegiatan donasi ini sudah mencapai target dan lebih dari sebulan waktu yang masih tersisa.

Dengan target yang sudah tercapat ini, proyek Kdenlive sekarang dapat mempekerjakan Till Theato untuk dua bulan kedepan untuk mengerjakan ulang arsitektur dasar prorgam ini dan untuk membuat sebuah sistem plugin baru.

Meskipun target telah dicapai pengguna program ini tetap dapat memberikan donasi ke kampanye ini. Tambahan uang akan digunakan untuk membeli perangkat keras untuk proyek ini dan untuk mendanai pengembang menghadiri konvensi

Plaform crowdfunding Indiegogo mirip dengan Kickstarter tetapi memungkinkan proyek untuk memilih apakah ingin menyimpan yang meskipun tidak mencapai tujuan sampai akhir waktu dan ini mode yang digunakan dalam kampanye Kdenlive atau bisa juga menggunakan mode tradisional kickstarter dimana pemberi dana hanya harus memberikan donasi ketika kampanye yang ada mencapai target. Tidak seperti kickstarter, Indiegogo juga terbuka bagi proyek yang tidak berbasis di Amerika Serikat.

Via : h-online open

Popularity: 6% [?]

Firefox Mendapat Home Page dan Tab Baru Tiga Bulan Kedepan

Mozilla mengumumkan kehadiran versi pengembangan terbaru Firefox 13 di kanal Aurora. Versi dalam pengembangan ini akan hadir sebagai versi produksi Firefox kurang lebih dalam dua belas pekan. Versi pengembangan ini menyertakan home page yang didesain ulang, perilaku new tab yang berubah dan pelengkapan otomatis di address bar peramban web ini.

Aurora New Tab Image

source : h-online open

Ketika pengguna membuka tab baru di versi pegembangan ini, mereka akan disambut dengan sebuah grid thumbnail halaman yang paling sering mereka kunjungi. Jika pengguna ingin halaman tertentu ada di grid ini mesikpun tidak termasuk 9 halaman yang paling sering dikunjungi mereka dapat memasang secara manual.

Pengembang juga telah mendesain home page sehingga sekarang menyajikan tautan ke setting peramban, add-ons dan menu sync dan sekarang juga menyertakan tautan untuk mengakses halaman history, downloads dan bookmark. Perbaikan lainnya di versi eksperimental Firefox ini adalah pelengkapan otomatis URL di “Awesome Bar” dan penggunaan default protokol SPDY untuk situs yang mendukung protokol buatan Google ini.

Aurora Homepage Image

source : h-online

Informasi lebih lanjut mengenai perubahan di versi Aurora 13.0a2 Firefox dapat ditemukan di catatan rilis. Pengguna yang berminat dapat mengunduh versi eksperimental peramban web ini dari Kanal Aurora Mozilla.

Binari Firefox dirilis dibawah Mozilla Firefox End-User Software License Agreement sementara kode sumber dilepas dibawah tiga lisensi yang menyertakan Mozilla Public Licence, GPLv2 dan LGPLv2.1.

Via : h-online open

Popularity: 6% [?]

Akamai mengopensourcekan Tool Benchmark Mobitest

Chief Product Architect Akamai, Guy Podjarny, telah mengumumkan bahwa tool Mobitest milik Akamai sekarang tersedia sebagai aplikasi open source. Mobitest merupakan agen testing untuk melakukan benchmark performa halaman web mobile, awalnya dikembangkan oleh Blaze. Blaze kemudian diakuisisi oleh perusahaan Content Delivery Network (CDN) dan layaan cloud berbasis di Massachusetts pada bulan Februari tahun ini.

Klien tes mendukung device iOS, Android, Blackberry dan menggunakan peramban web default yang disertakan di tiap OS untuk menjalankan benchmark tersebut. Podjarny mengingatkan bahwa meskipun versi iOS dan Android cukup matang, versi Blackberry masih dalam fase Alpha. Benchmark ini menyertakan waktu load total sebuah halaman, waktu dan header request individual dan dapat dijalankan di jaringan apapun baik WiFi maupun 3G. Tool ini tersedia sebagai app “mobitest-agent” yang di install di device mobile dan mengambil halaman dari server WebPagetest; Hasil tes ini dapat dilihat menggunakan antarmuka pengguna WebPageTest.

Detail lebih lanjut mengenai pengopensourcean Mobitest dapat anda temukan dalam sebuah post di blog Blaze. Kode sumber Mobitest dihost di Google Code dan dilepas dibawah lisensi BSD. Selain tawaran open source ini Akamai menawarkan versi gratis Mobitest hosted untuk evaluasi atau bagi yang tidak ingin melakukan setup sendiri.

Via : h-online open

Popularity: 7% [?]

Rencana Database Bug OpenJDK Berubah

Mark Reinhold dari Oracle telah mengumumkan perubahan rencana database Bug untuk OpenJDK. Rencana sebelumnya adalah untuk mencoba sistem tracking bug JIRA di publik awal tahun dan diresmikan bulan Juli ketika sistem internal yang masih ada, yang menyimpan data bug lebih dari 15 tahun yang Oracle dapatkan dari Sun Microsystem akan dimatikan.

Reinhold menjelaskan bahwa pekerjaan membuat sistem baru ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan dan kelihatannya belum akan selesai sampai beberapa bulan kedepan. Karenanya rencana tracker bug publik ditunda oleh Reinhold dan timnya dan sudah ditambahkan beberapa insinyur Oracle melakukan migrasi data bug internal lama ke sistem JIRA internal baru. Sistem internal akan kehilangan “deep customisations” dari rencanna sebelumnya. Tetapi tujuan untuk pindah ke sistem JIRA publik secepatnya akan tetap dilakukan setelah proses migrasi selesai.

Via : h-online open

Popularity: 5% [?]

Tool Pengembangan CocosBuilder di-opensource-kan

Pengembang asal Swedia, Viktor Lidholt, telah mengumumkan bahwa tool pengembangan CocosBuilder buatannya sekarang tersedia sebagai aplikasi open source. CocosBuilder merupakan antarmuka grafikal untuk menempatkan sprites, layer dan scene untuk Cocos2D for iPhone – yang dikembangkan dari cocos2D, Coscos2D for iPhone merupakan framework yang dengan piranti lunak Xcode milik Apple dapat digunakan untuk membuat game dan aplikasi 2D di iOS. Menurut Lidholt, yang baru saja direkrut pembuat game asal US Zynga untuk bekerja diproyek ini, CocosBuilder idela untuk membuat menu dan banyak bagian lain antarmuka dengan cepat dan akurat, tetapi juga bisa digunakan untuk membuat level, sistem partikel dan berbagai node grafik Cocos2D.

Lodholt juga telah mempublikasikan sebuah versi beta CocosBuilder 1.1 yang menambahkan beberapa fitur baru ke tool ini. Salah satu perubahan penting adalah penambahan sebuah sistem plugin baru yang memungkinkan pengguna menambahkan kelas kustom buatan mereka sendiri untuk berjalan di CocosBuilder. Perubahan lainnya termasuk dukungan untuk CCLabelTTF dan sub direktori dan juga peningkatan performa yang merupakan hasil dari format binari yang sangat ringkas.

Informasi lebih lanjut mengenai rilis ini termasuk tautan unduhan untuk CocosBuilder 1.1 Beta0 dapat anda temukan di posting blog pengumuman Lidholt dan di situs web proyek. Kode sumber untuk CocosBuilder di host di GitHub dan dilepas di bawah lisensi MIT.

h-online open

Popularity: 5% [?]