Archive by Author

Sencha Touch 2 Hadir Dengan Peningkatan Peforma Yang Signifikan

Sumber : Sencha

Sencha merilis versi terbaru framework pengembangan aplikasi layar sentuk berbasis HTML5 milik mereka, Sencha Touch 2. Sencha Touch 2 membawa perbaikan performa terutama untuk aplikasi yang menargetkan device Android.

Scrolling, perubahan orientasi layar dan waktu startup aplikasi jauh lebih cepat menurut pengakuan Sencha. Ini bisa terjadi karena sebuah engine layout baru yang telah didesain khusus untuk tujuan ini. Perubahan lainnya termasuk penambahan API untuk mengakses informasi geolocation, dukungan untuk AJAX dan paket native untuk iOS App Store menggunakan Tool SDK Sencha. Sebuah sistem kelas baru, diport dari framework Ext JS 4 diharapkan dapat menyederhanakan penggunakan JavaScript di aplikasi Sencha Touch.

Informasi lebih lanjut mengenai perubahan yang ada di Sencha Touch 2 dapat ditemukan di dokumentasi rilis. Framework dapat di unduh dari situs web perusahaan dan dilepas dibawah lisensi GPLv3 atau beberapa lisensi komersial lainnya.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]

PageKite Menawarkan Akun Gratis Untuk Pengembang Open Source

PageKite memberikan penawaran kepada proyek open source akses gratis ke layanan reverse proxy mereka. Perusahaan ini menyatakan layanan ini merupakan wujud terima kasih ke komunitas Free Software.

Pagekite terdiri atas program klien berbasis Python yang berkomunikasi dengan layanan online milik PageKite. Layanan ini menyediakan akses dari internet ke web server yang berjalan di sistem klien. Web server dapat dijangkau dari luar dibawah subdomain dalam bentuk http://username.pagekite.me dan trafik juga secara opsional dapat di enkrip lewat SSL. PageKite dapat mentransport traffic HTTP(S) dan juga protokol lain seperti VNC.

Developer yang menginginkan akun gratis ini harus menulis perangkat lunak bebas seperti yang didefinisikan oleh Debian Free Software Guidelines atau definisik Open Source OSI. Proyek ini juga harus berhubungan dengan web dan harus menyediakan backlink ke situs web PageKite

Piranti lunak open source untuk mengorganisir BarCamp, CampFireManager, sudah menggunakan akun PageKite gratis untuk menyediakan akses eksternal piranti lunak mereka di konferensi.

Via : h-online opemn

Popularity: 2% [?]

Rilis Akka Framework versi 2.0 Membawa Perubahan Signifikan

Proyek Akka telah merilis versi 2.0 framework open source untuk pengembangan aplikasi berfokus pada concurrency menggunakan Java dan Scala. Akka dikembangkan diatas entitas concurrent ringan yang disebut Actors yang memproses pesan menggunakan sebuah loop berbasis event. Ini menyediakan abstraksi dengan level yang lebih tinggi untuk sistem concurrent sehingga lebih mudah dites.

Lebih dari 700 bugs telah diperbaiki di update ini dan menurut pengembang bukan hanya perubahan versi secara mencolok yang dilakukan kali ini. Perubahan-perubahan yang ada dijelaskan di dokumentasi yang terdiri atas lebih dari 300 halaman. Fitur-fitur baru termsuk perubahan yang signifikan bagaimana Actors ditangai dengan penambangan Supervision untuk mengatur dependensi antara Actors dan Monitoring yang juga disebut “Death Watch” yang memanage penghentian Actors.

Sekarang Actors dapat diatur dalam grup dengan ActorSelection dan tiap Actor dapat diidentifikasi dengan sebuah URI. Perbaikan lainnya termasuk peningkatan di sistem dispatcher, sebuah eksekutor Fork/Join baru yang memperbaiki keluaran pengalihan pesan, sebuah API EventBus baru dan sebuah API baru untuk lapisan transport ømq. Tinjauan singkat perubahan yang ada dapat anda baca di catatan rilis.

Karena perubahan yang ada mempengaruhi kode di sisi klien, pengembang telah menyediakan sebuah panduan migrasi untuk membantu pengguna pindah dari Akka 1.3.x ke cabang 2.0.x Mereka juga menjelaskan bahwa tidak ada rencana perubahan API beberapa waktu kedepan.

Akka 2.0 dapat anda unduh dari situs web proyek dan dilepas dibawah lisensi Apache 2.0. Pengembang yang berminat juga dapat melakukan klon repositori GitHub milik Akka.

Via : h-online open

Popularity: 2% [?]

Vagrant Mencapai Rilis Stabil 1.0

Dua tahun setelah rilis pertamanya, Proyek Vagrant telah mengumumkan versi stabil pertama tool pembuatan lingkungan pengembangan open source. Vagrant 1.0 memungkinkan pengembang dapat membuat virtual machine untuk testing dan pengembangan menggunakan Oracle VirtualBox dan sebuah file konfigurasi tunggal.

Vagrant didesain untuk dapat dijalankan dari command line dan dapat mengkonfigurasi virtual machine dengan penambahan guest di VirtualBox untuk shared folders dan dukungan port-forwarding, otentikasi SSH dengan key, Ruby, RubyGems, Chef dan Puppet. Chef dan Puppet ditambahkan untuk membuat provisioning piranti lunak di virtual machine lebih mudah. Virual machine dikonfigurasi menggunakan sebuah file Vagrantfile tunggal yang membuat konfigurasi ini dapat dikirimkan dengan mudah ke pengembang atau pengguna lain sehingga mereka bisa melakukan replikasi konfigurasi cukup dengan satu perintah.

Versi baru ini memiliki installer yang mendukung Windows 7, Mac OS X 10.5+ dan beberapa distribusi Linux termasuk Ubuntu, Debian, Red Hat Enterprise Linux, CentOS, dan Fedora. Rilis stabil pertama ini juga mengenalkan kompatibilitas balik file Vagrantfile. Menurut situs web proyek ini, Vagrant saat ini digunakan oleh Rackspace, OpenStack, Mozilla, Nokia dan banyak perusahaan dan organisasi lainnya.

Detail lebih lanjut mengenai Vagrant dapat anda baca di situs web proyek. Anda dapat mengunduh kode sumber yang ada yang dilepas dibawah Lisensi MIT

Via : h-online open

Popularity: 2% [?]

Android Market Berubah Menjadi Google Play

Google melakukan rebrand Android Market menjadi Google Play dan menyatukan Google Music dan Google eBookstore dibawah nama baru ini. Layanan baru ini memungkinkan pengguna untuk mengakses konten dari berbagai device dan tidak terbatas hanya yang menggunakan sistem operasi Android.

Menggunakan layanan ini pengguna dari Amerika Serikat dapat membeli musik dan ebooks dan juga menyewa film, konten akan tersedia lewat web dan lewat aplikasi market yang sudah di branding ulang di device Android. Ebook reader milik Android dan Google Music service juga akan di rebrand sebagai Google Play Books dan Google Play Music. Pengguna dari Inggris dapat megakses seluruh konten kecuali music karena Google Music belum diluncurkan di Inggris. Untuk negara lain perubahan ini hanya berarti perubahan nama Android Market karena layanan konten Google belum tersedia secara global.

Perubahan ini mengindikasikan Google sedang mencoba untuk memperkuat penawaran media digital mereka, dan menggunakan nama yang lebih generik sehingga tidak hanya terbatas pada device android. Perubahan ini juga berarti bahwa tawaran buku dan musik akan dapat dinikmati basis pengguna yang lebih luas daripada Android market. Pengumuman ini dilakukan setelah beberapa hari lalu CNET melaporkan performa Google Music tidak seperti yang diharapkan. Google juga memperbesar batasan ukuran maksimal aplikasi menjadi 4GB beberapa hari lalu.

Via : h-online open

Popularity: 3% [?]